Pelaksanaan kinerja guru merupakan bagian penting dalam memastikan mutu pembelajaran di satuan pendidikan. Fitur Pengelolaan Kinerja di Ruang GTK, kini dapat dilakukan dengan lebih mudah, tanpa memerlukan unggahan dokumen, serta memberikan ruang bagi guru untuk fokus pada peningkatan praktik pembelajaran.
Tahap Pelaksanaan Kinerja dirancang menjadi lima langkah utama yang saling berkesinambungan, mulai dari perencanaan hingga refleksi. Masing-masing tahap memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi guru.
1. Persiapan Observasi
Tahap pertama dimulai dengan perencanaan yang matang. Guru menentukan Target Perilaku yang ingin dicapai dan merumuskan Upaya Perilaku sebagai strategi untuk mencapai target tersebut.
Selanjutnya, guru bersama kepala sekolah menyepakati jadwal observasi. Kesepakatan ini menjadi acuan pelaksanaan, sehingga guru dapat mempersiapkan diri dengan optimal sebelum proses observasi berlangsung.
2. Observasi Kinerja
Observasi dilaksanakan pada waktu yang telah disepakati. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai Target Perilaku yang telah ditetapkan, sementara kepala sekolah melakukan pengamatan langsung.
Selama proses berlangsung, kepala sekolah mengisi rubrik observasi kelas pada fitur Pengelolaan Kinerja, sehingga seluruh catatan hasil pengamatan terdokumentasi secara sistematis. Tahap ini menjadi dasar penting bagi penilaian kinerja yang objektif.
3. Diskusi Tindak Lanjut
Pasca-observasi, guru dan kepala sekolah melaksanakan diskusi untuk meninjau hasil pengamatan. Guru dapat menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran, sementara kepala sekolah memberikan masukan konstruktif.
Dari hasil diskusi, disepakati tujuan tindak lanjut, langkah-langkah perbaikan, jadwal pelaksanaan, serta bentuk dukungan yang dibutuhkan. Tahap ini memastikan rencana perbaikan bersifat terarah dan realistis untuk dijalankan.
4. Upaya Tindak Lanjut
Guru melaksanakan upaya tindak lanjut sesuai rencana yang telah disepakati. Kegiatan ini menjadi penerapan nyata dari hasil diskusi sebelumnya, dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan perubahan positif di kelas.
5. Refleksi Tindak Lanjut
Tahap akhir adalah refleks Tindak Lanjuti, yang dilaksanakan bersama kepala sekolah. Guru menuliskan inspirasi yang diperoleh, perubahan praktik pembelajaran yang ingin dilakukan, tantangan yang dihadapi, serta strategi untuk mengatasinya.
Refleksi ini menjadi ruang bagi guru untuk menilai kembali efektivitas langkah perbaikan, sekaligus sebagai dasar bagi penilaian yang diberikan oleh kepala sekolah.
Melalui kelima tahapan ini, pelaksanaan kinerja guru tidak hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga sarana pembelajaran yang berkelanjutan. Dengan dukungan fitur Pengelolaan Kinerja di Ruang GTK, seluruh proses dapat dijalankan secara terstruktur, bermakna demi mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.
Untuk panduan lebih lanjut, guru dapat mengakses informasi melalui Ruang GTK, Pusat Bantuan, atau Panduan lengkap tersedia di s.id/PengelolaanKinerja2025.